Berdirinya Klub Terkaya Dunia Real Madrid

Metrotvnews.com, Jakarta: Tepat di hari ini, 6 Maret 2015, salah satu klub terbaik dunia, Real Madrid merayakan hari jadinya yang ke-113 tahun. Berbagai sukses telah ditorehkan klub berjuluk Los Blancos atau Si Putih ini selama lebih dari satu abad mereka berkiprah di dunia sepak bola. Sepak bola pertama kali diperkenalkan ke kota Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa Institucion Libre de Ensenanza, termasuk beberapa diantaranya lulusan Universitas Cambridge dan Oxford. Awalnya, pada 1897 mereka mendirikan klub sepak bola dengan nama Football Club Sky dan hanya bermain setiap Minggu pagi di Moncloa. Baca juga 1912: Debut Hebat Hugo Meisl sebagai Pelatih Austria 1995: Berakhirnya Kebersamaan Legenda Inggris dengan Republik Irlandia 1872: Digelarnya Laga Internasional Pertama di Dunia Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Memasuki 1990, Football Club Sky pecah menjadi dua klub, yakni New Foot-Ball de Madrid dan Madrid Football Club. Pada 6 Maret 1902, Madrid Football Club akhirnya resmi berdiri setelah Juan Padros terpilih sebagai ketua dewan klub. Tiga tahun setelah berdiri (1905), Madrid akhirnya meraih gelar juara pertamanya usai mengalahkan Athletic Bilbao di final Piala Spanyol. 15 tahun berselang, Madrid FC berganti nama menjadi Real Madrid Football Club setelah Raja Alfonso XIII memberikan kata “Real” yang memiliki arti “Royal” dalam bahasa Inggris atau Kerajaan/Raja dalam bahasa Indonesia. Sang Raja juga menyematkan gambar mahkota kerajaan pada logo klub yang tertera di jersey pemain. Pada 1929, kompetisi Liga Spanyol akhirnya bergulir untuk kali pertama. Sayangnya, di musim perdana ini, Madrid yang terus memimpin klasemen sejak awal, harus mengakhirinya sebagai runner-up di bawah Barcelona yang tampil sebagai juara. Dua tahun berselang atau tepatnya pada 1931-1932, Madrid akhirnya sukses merengkuh gelar pertamanya dan mempertahankannya di musim berikutnya, sehingga membuat mereka jadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar juara. Momen bersejarah sempat terjadi pada 1943. Madrid sukses menang besar 11-1 atas Barcelona di leg kedua semifinal ajang Copa de Generalisimo (sekarang Copa del Rey). Namun, kemenangan tersebut mendapat cibiran, lantaran adu unsur politik dibalik itu. Para pemain Barca disebut-sebut bermain di bawah intimidasi polisi yang dipimpin oleh jenderal Franco. Franco memerintahkan Barca agar mengalah karena wilayah mereka (Catalan) berada di bawah kekuasaan jenderal yang terkenal otoriter tersebut. Namun, hingga kini tudingan itu tidak terbukti, sehingga FIFA dan UEFA masih mengesahkan hasil pertandingan tersebut. Masuk tahun 1945, Santiago Bernabeu Yeste terpilih sebagai presiden klub Madrid. Di bawah komandonya, Madrid membangun kembali stadion Santiago Bernabeu dan pusat latihan Ciudad Deportivo, karena mengalami kerusakan cukup parah akibat Perang Sipil. Setelah lebih dari setengah abad hanya mengandalkan pemain lokal dalam skuat, Madrid akhirnya mulai melakukan ekspansi ke luar negeri dengan merekrut pemain-pemain hebat. Alfredo Di Stefano adalah salah satunya. Sejak saat itu, Madrid pun dikenal sebagai klub yang selalu berhias pemain-pemain hebat. Hasilnya, sukses demi sukses mereka reguk. Mulai dari kompetisi domestik hingga Eropa. Hingga tahun 1966, Madrid sukses merebut enam titel juara di benua Eropa. Namun, selepas ini, Madrid mulai merasakan paceklik gelar di kompetisi Eropa. Meski masih mampu menjaga suksesnya di ajang domestik, mereka harus menunggu hingga 32 tahun untuk kembali merasakan sukses di pentas Eropa. Gelar Liga Champions ketujuh dipersembahkan pelatih Jupp Heycknes pada tahun 1998 dengan pemain-pemain seperti Fernando Morientes, Raul Gonzalez, Fernando Hierro, dan Clarence Seedorf. Memasuki era milenium, Madrid kian ambisius. Kehadiran Florentino Perez di kursi presiden klub membuat Madrid dijejali pemain-pemain kelas satu. Gelontoran dana besar membuat Perez dengan mudah mengumpulkan pemain-pemain besar seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo, hingga David Beckham dalam satu klub. Julukan Galacticos (Tim dari Galaksi/planet luar) pun disematkan pada El Real. Dua trofi Liga Champions berhasil disumbangkan para pemain terbaik tersebut, sehingga Madrid mengklaim sebagai tim dengan trofi Liga Champions, terbanyak 9 trofi. Trofi terakhir diraih pada 2002, usai mengalahkan Bayer Leverkusen di final. Namun, setelah itu Madrid mulai kembali mengalami kesulitan. Pemain-pemain bintang yang didatangkan seperti Robinho, Julio Baptista, hingga Sergio Ramos tak mampu memberikan gelar di pentas Eropa. Gonta-ganti pelatih pun terus dilakukan hampir setiap musimnya. Mulai dari Carlos Queiroz, Wanderley Luxemburgo, Juan Ramon Lopez Caro, hingga akhirnya Perez lengser dari kursi presiden pada 2006. Beda dengan Perez, penggantinya, Ramon Calderon (2006-2009) tak terlalu ambisius dalam melakukan belanja pemain. Dia terlihat lebih selektif dalam memilih pemain. Perubahan pertama yang dilakukannya ialah dengan menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Namun anehnya, pelatih Italia itu dipecat meski sukses menghadirkan gelar La Liga di musim perdananya. Tiga tahun berkuasa, Calderon akhirnya lengser. Florentino Perez kembali berkuasa dan kembali melancarkan strategi belanja besar. Tak tanggung-tanggung, dia langsung merekrut Kaka (AC Milan) dan Cristiano Ronaldo dari Manchester United, meski harus merogoh kocek 80 juta pounds yang memecahkan rekor transfer saat itu. Empat tahun berselang (2013), Perez kembali membuat gebrakan. Kali ini dia kembali memecahkan rekor transfer saat memboyong Gareth Bale dari Tottenham Hotspur. Isunya, mahar Bale mencapai 100 juta euro, melebihi rekor Ronaldo. Selain Bale, Perez juga merekrut pelatih kawakan, Carlo Ancelotti. Pengorbanannya pun tidak sia-sia. Di musim perdananya, Ancelotti dan Bale langsung mampu membantu Madrid memenangi titel Liga Champions yang ke-10 atau La Decima, trofi yang memang sangat diidam-idamkan manajemen dan juga fan. Sepanjang 113 tahun berdiri, Madrid total sukses mengoleksi 80 trofi juara dari berbagai turnamen di belahan dunia yang mereka ikuti, salah satu yang terbaik di muka bumi. Selain jadi klub terbaik, Madrid juga sukses mengklaim sebagai tim terkaya di dunia dengan pendapatan mencapai 549,5 juta euro (Rp7,8 triliun) pada musim lalu. (ACF)

Sumber: MetroTVNews