Cabuli Siswa, Guru di Bogor Diamankan Polisi

Depok – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Depok mengamankan AN (35), seorang tenaga didik di salah satu sekolah di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Bukannya mencetak generasi muda yang berkualitas, pria yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah sebuah SMA swasta di Bojonggede ini, justru merusak masa depan anak didiknya. Ia diduga mencabuli empat orang siswinya. Dua murid masih aktif bersekolah, sementara dua lagi sudah alumni. Atas perbuatannya, pekan lalu, dia dibekuk oleh Unit PPA Polresta Depok bersama jajaran Polsek Bojonggede. “Pelaku ditangkap usai kami menerima laporan dari salah seorang orang tua murid yang kesal dengan tingkah laku tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, saat dikonfirmasi, Senin (29/8). Teguh menuturkan, perbuatan pelaku sudah ia lakukan sejak Desember 2015. Dalam menjalankan aksinya, selain bermodal mulut manis, pelaku juga menjanjikan sejumlah uang sebagai alat tutup mulut. Bahkan yang lebih ekstrim, pelaku juga merekam aksi tak senonohnya dengan kamera ponsel. Tujuannya, untuk mengancam si siswi untuk tak menceritakan perbuatannya itu kepada siapa pun. Jika melanggar, rekaman itu bakal disebarluaskan. “Memang kami mengetahui tersangka ini merekam perbuatannya dengan video ponsel. Katanya disimpan di laptop,” tambah Teguh. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mengaku jika perbuatannya itu dilandasi karena jalinan asmara. Artinya, suka sama suka. Ia pun tak menampik jika tergiur tubuh molek siswinya. Lebih lanjut, ia menuturkan jika aksi bejatnya itu acapkali dilakukan di gudang sekolah, saat jam pulang sekolah. Intinya, saat sekolah dalam keadaan sepi. “Ini karena jalinan asmara,” ujarnya ketika ditanya motif. Teguh melanjutkan, akibat perbuatannya, AN kini terancam dijerat dengan Pasal 82 Nomor 35/2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. “Apapun alasannya, melakukan tindakan percabulan kepada anak di bawah umur tidak dibenarkan. Para korban merupakan siswi kurang mampu, yang dengan mudahnya masuk perangkap tersangka,” pungkas Teguh. Vento Saudale/Bhakti Hariani/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu