Habibie Ingatkan Segenap Bangsa Jangan Mudah Terhasut

Jakarta – Presiden RI ke-3 BJ Habibie menyampaikan apresiasinya terkait aksi Islam Jilid III yang berlangsung damai, pada 2 Desember lalu. Menurutnya, damainya aksi yang dikemas dalam bentuk salat Jumat bersama yang diikuti jutaan umat Islam di Tanah Air, membuktikan bahwa ada sinergi positif. Terlebih lagi, katanya, dalam aksi yang diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tersebut, ternyata tidak hanya melibatkan umat Muslim tetapi juga umat beragama lainnya. “Tanggal 2 Desember itu, saya dapat informasi jutaan orang, termasuk Presiden Republik Indonesia dan termasuk juga golongan yang bukan mayoritas dipandang dari sudut keturunan tapi juga yang minoritas ikut turun. Itu berarti betul-betul tercermin bahwa kita bisa bersinergi positif,” kata Habibie saat memberikan sambutan dari Jerman melalui rekaman video yang disaksikan dalam acara pembukaan Silaknas ICMI di Discovery Hotel, Jakarta, Kamis (8/12) malam. Oleh karena itu, ia berpesan agar kebersamaan itu tetap dijaga. Lebih tegas, ia meminta agar umat beragama di Indonesia tidak mudah terpancing pada hasutan yang ingin memecah belah bangsa. “Jangan mau terpancing oleh orang-orang atau golongan di mana pun dia berada yang tidak menguntungkan persatuan dan kesatuan bangsa. Itu adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi kalau mau menjadi (bangsa) unggul,” ungkapnya. Seperti diketahui, pada 2 Desember 2016, digelar aksi salat Jumat bersama yang diikuti jutaan umat Islam. Aksi yang bertajuk bela Islam Jilid III tersebut, digelar sebagai upaya menuntut agar tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur DKI Jakarta) ditahan. Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla turut hadir dan bergabung dengan massa untuk salat Jumat bersama walaupun di tengah guyuran hujan. Kemudian, kepada massa yang hadir, Presiden Jokowi mengucapkan apresiasinya atas aksi yang berlangsung secara tertib dan damai. Serta, meminta massa aksi kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan tertib. Novi Setuningsih/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu