Langgar Aturan Ganjil Genap, Puluhan Mobil Ditilang

Jakarta – Setelah diberlakukan atursn ganjil genap pada pukul 07.00, Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menilang sebanyak 20 lebih kendaraan bermotor roda empat di beberapa ruas jalan. Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, masih cukup banyak pengemudi roda empat yang memiliki nomor plat ganjil melintasi Jalan Medan Merdeka Barat. Dalam hitungan lima menit saja sudah ada dua mobil yang diberhentikan petugas karena melintasi area ganjil genap dengan nomor plat ganjil. Menurut peraturan mobil plat ganjil hanya boleh melintasi jalur ganjil-genap pada tanggal ganjil, dan plat genap pada tanggal genap. Beberapa mobil berpelat nomor ganjil sempat diberhentikan polisi di kawasan Bundaran Patung Kuda Monas. Namun, mereka diperbolehkan melaju karena telah menerima tilang di titik penjagaan sebelum Monas. Berbagai alasan diberikan para pemilik mobil tersebut. Mulai dari jam tidak mengetahui jam diberlakukannya ganjil genap hingga area penerapan aturan tersebut serta jalur-jalur alternatifnya. Seperti Akhmad Tirta (19), yang mobilnya disetop aparat kepolisian karena bernomor plat ganjil. Ia mengaku tahu ada aturan ganjil genap sudah diberlakukan secara efektif beserta dengan penindakan sanksinya. Hanya saja, ia tidak tahu ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap di mana saja dan jalur alternatifnya. “Saya dari Kota mau ke Cikini. Sudah tahu sih ada aturan ganjil genap. Tapi saya tidak tahu jalan ke Cikini. Saya juga salah lewat sini,” kata Akhmad sambil menandatangani surat tilang berwarna merah yang diberikan petugas. Akhmad harus menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 9 September. Tak berapa lama kemudian, pengemudi mobil dengan nomor plat ganjil lainnya, Rangga Titiswara diberhentikan polisi. Tanpa ada perlawanan, Rangga memberikan SIM kepada petugas. Rangga yang mengaku hendak mengantar teman perempuannya, tidak mau banyak berbicara. Ia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Ia hanya mau menjawab pertanyaan petugas yang memberikan surat tilang berwarna merah. Sejauh ini, para petugas gabungan polisi dan Dishubtrans DKI dalam menjalankan tugasnya terlihat persuasif. Memberhentikan kendaraan yang melanggar aturan, lalu meminta mereka menepikan kendaraan di bahu jalan agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI, Andri Yansyah membenarkan dalam waktu singkat para petugas sudah menilang puluhan kendaraan roda dua sejak pukul 07.00. “Benar, sudah puluhan kendaraan yang kami tindak. Ini bentuk tindakan tegas walaupun humanis. Alasannya macam-macam, ada yang bilang jam mereka dan kami berbeda,” kata Andri di Monas, Jakarts Pusat, Selasa (30/8). Pada hari pertama, pihak kepolisian memberi surat tilang berwarna merah. Jika pemberian surat tilang merah belum efektif, aparat kepolisian akan memberi surat tilang biru kepada pelanggar ke depannya. “Kalau tilang merah dianggap cukup, maka tilang biru belum akan kami berikan. Seumpama belum efektif, surat tilang biru diberikan yang berarti pelanggar didenda langsung maksimal Rp 500.000,” ujarnya. Kebijakan baru ini akan berlaku setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, dan 16.30 hingga 19.30 WIB. Kebijakan pelat ganjil/genap akan diberlakukan di ruas jalan Sudirman hingga Medan Merdeka Barat; dan sepanjang Jalan Gatot Subroto yang berbatasan dengan persimpangan JCC Senayan dan Kuningan. Di sepanjang jalan itu, mobil pribadi harus menyesuaikan nomor pelatnya dengan tanggal kalender masehi. Jika tanggal ganjil, mobil pribadi bernomor polisi berakhiran ganjil dapat melintas, begitu pula sebaliknya. Peraturan itu harus dipatuhi tiap Senin hingga Jumat, kecuali ada hari libur di antara hari itu. Lenny Tristia Tambun/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu