Panin Dubai Syariah Incar Laba Rp 55 Miliar

Jakarta – PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk menargetkan membukukan laba sebesar Rp 55 miliar pada 2017. Sementara itu, perseroan memperkirakan perolehan laba tahun 2016 sekitar Rp 33 miliar. Sampai kuartal III-2015, laba sebelum pajak perseroan turun 58,52% secara year on year (yoy) dari Rp 55,79 miliar menjadi Rp 23,14 miliar karena faktor peningkatan pencadangan. Direktur Panin Dubai Syariah Doddy Permadi Syarief mengatakan, perseroan tetap fokus melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah. Seiring dengan upaya tersebut, posisi non performing financing (NPF) gross bank umum syariah (BUS) ini mulai menurun dibanding posisi September lalu yang sebesar 2,87%. Sementara itu, perseroan berupaya menjaga NPF net di level 1,7% sampai akhir 2016. “NPF gross kami mulai menurun, karena ada satu pinjaman yang berhasil kami selesaikan. Dengan begitu, tahun depan perseroan optimitis laba dapat lebih tinggi dibanding akhir tahun ini,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/12). Di samping faktor keyakinan atas perbaikan rasio pembiayaan bermasalah, optimisme Panin Dubai Syariah mengenai perbaikan laba juga disokong dengan rencana kenaikan pembiayaan. Dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2017, emiten bank syariah ini menargetkan dapat membukukan persentase kenaikan pembiayaan sebesar 19% (yoy). Segmen pembiayaan yang menunjang bisnis perseroan, tegas Doddy, tetap dari komersial. Tapi Panin Dubai Syariah juga berkeinginan belajar mengenai produk bank syariah dari Dubai Islamic Bank PJSC. “Kemudian dalam periode 2-3 tahun ke depan, ada potensi bisnis pembiayaan segmen ritel pun akan kami naikkan ke 50% dari posisi saat ini yang sekitar 40%,” papar dia. Berdasarkan data keuangan perseroan, sampai kuartal III-2016 total pembiayaan perseroan tumbuh 6,13% (yoy) dari Rp 5,55 triliun menjadi Rp 5,89 triliun. Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) menanjak 14,56% (yoy) menjadi Rp 6,61 triliun dibanding posisi kuartal III-2015 yang sebesar Rp 5,77 triliun. Dengan target kenaikan pembiayaan sebesar 19% (yoy) pada 2017, Doddy menegaskan, permodalan pihaknya yang sebesar 19,86% masih mencukupi. Namun dia mengakui, karena tahun ini ada penundaan aksi korporasi berupa rights issue terkait hal tersebut dapat direalisasikan pada 2017. “Dari Dubai (Dubai Islamic Bank PJSC) butuh waktu mempelajari kondisi di perbankan kita, tapi soal rights issue sudah ada kesepakatan. Nanti kalau jadi, yang jelas nominal tidak di bawah Rp 1 triliun,” tegas dia. Sementara dari sisi likuiditas, Doddy pun optimistis Panin Dubai Syariah dapat memperbaiki struktur dana murah dengan menaikkan porsi current account and saving account (CASA) dari 20% menjadi 40% pada 2017. “Terkait DPK, mulai tahun lalu kami pun sudah menjadi bank syariah yang menampung dana haji. Saat ini dana haji itu ada sebesar Rp 1,2 triliun, dan ke depan perseroan akan upayakan peningkatan dengan cara meningkatkan sinergi dengan PT Bank Panin Tbk terkait kantor cabang,” ujar dia. Pada kesempatan sama Direktur Panin Dubai Syariah Edi Setijawan menambahkan, tahun depan pihaknya menyasar target kenaikan DPK sama dengan persentase kenaikan pembiayaan. Hal itu merupakan bagian strategi BUS ini untuk menjaga rasio financing to deposit ratio (FDR) maksimal 95% tahun 2017. Devie Kania/ARS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu