Puncak Arus Mudik Natal pada 23 dan Arus Balik pada 2 Januari 2017

Jakarta – Pihak PT Jasa Marga Tbk memperkirakan puncak arus mudik liburan Natal dan Tahun Baru 2017 akan terjadi pada 23 Desember 2016. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2 Januari 2017. Hal itu dikatakan Kepala Humas PT Jasa Marga Tbk, Dwimawan Heru, dalam acara konferensi pers di kantornya, Rabu (21/12). Ia mengatakan, untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik dan balik, PT Jasa Marga akan melakukan pelayanan transaksi yang cepat, rekayasa lalu lintas, pelayanan konstruksi, dan pelayanan informasi. Agar pelayanan transaksi cepat, kata dia, maka pihaknya akan menambah jumlah petugas pengumpul tol pada gerbang tol padat, yaitu dengan melaksanakan transaksi jemput kendaraan pada saat terjadi antrian panjang di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama, GT Cibubur Utama, dan GT Karang Tengah. Selain itu, mempersiapkan kebutuhan uang kembalian, mempersiapkan gardu reversible di GT Cikarang Utama. Rekaya lalu lintas, kata dia, akan dilakukan di seluruh simpul kemacetan. Ia mengatakan, untuk menjaga performance jalan tol selama Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2017, Jasa Marga telah menyiapkan langkah antisipasi yaitu persiapan permukaan jalan dan aset lainnya dalam kondisi yang layak operasi. Jasa Marga menyiapkan satuan tugas 24 jam yang bertugas untuk memastikan zero pothole di jalan tol, kebersihan jalur dan lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana teknis. “Selain itu, Jasa Marga telah melakukan upaya dalam antisipasi pada daerah yang rawan banjir seperti pembersihan siphon di KM 34 ruas tol Jakarta – Cikampek,” kata dia. Sebelumnya Direktur Utama PT Jasa Marga (Tbk), Desi Arryani, mengatakan, kepadatan kendaraan yang keluar dari Jakarta pada liburan Natal dan Tahun Baru 2017 dimungkinkan akan terjadi di GT Karang Tengah, GT Cibubur Utama Jalan Tol Jagorawi arah Bogor, dan GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Di GT Karang Tengah diperkirakan akan ada lebih dari 110.000 kendaraan melintas. Jumlah itu meningkat 6,9% dari hari biasanya. Desi mengatakan, kepadatan lalu lintas juga diprediksi akan terjadi di GT Cibubur Utama Jalan Tol Jagorawi arah Bogor. Dia menaksir lebih dari 104.000 kendaraan melintasi jalanan tersebut atau meningkat 13,5% dibandingkan dengan harian normal. “Kalau di GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju utara ataupun selatan kira-kira 101.000 lebih kendaraan atau meningkat 33% dibandingkan dengan hari normal,” kata Desi. Khusus di GT Karang Tengah, Desi mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi kenaikan volume kendaraan dengan mengoperasikan 36 gardu tol dengan perincian 18 gardu melayani transaksi arah Tangerang dan 18 gardu melayani transaksi arah Jakarta dengan 3 gardu reversible. “Kami juga menyiapkan kebutuhan uang kembalian dan menambah petugas (piket) untuk membantu kelancaran operasional. Adanya petugas penjual e-toll card juga (untuk mempercepat transaksi),” ujar Desi. Selain itu, dia mengaku telah menyiapkan Satuan Tugas yang bekerja selama 24 jam bila terjadi kondisi darurat, jalan berlubang, kebakaran, dan lainnya. Ditambahkannya, dirinya akan menyediakan genset movable untuk kebutuhan penerangan darurat. Pada April 2017, pihaknya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain yaitu PT Marga Mandala Sakti (MMS) akan memberlakukan integrasi sistem transaksi di jalan tol Jakarta-Tangerang dan jalan tol Tangerang-Merak. Integrasi sistem operasi antarruas jalan tol diharapkan dapat mengatasi kepadatan dan meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan tol. “Dengan integrasi sistem transaksi ini, erbang tol Karang Tengah akan ditiadakan sehingga pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang untuk transaksi, yaitu GT Cikupa,” tuturnya. Siprianus Edi Hardum/EHD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu