Ridwan Kamil: Mahasiswa Harus Jadi Generasi Kreatif dan Pencari Solusi

Depok – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak pemuda untuk menjadi generasi pencari solusi dan tidak sekadar berpangku tangan guna menghadapi permasalahan bangsa. Anak muda harus menjadi generasi kreatif sehingga menghasilkan solusi cerdas. Hal ini dikemukakan Ridwan dalam seminar “Generasi Kreatif, Generasi Pemimpin Bangsa” di Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (30/8). Ridwan mengatakan, untuk menjadi seorang pemimpin harus kreatif dan berinteraksi dengan semua kalangan sehingga dapat membuka wawasan. Menurutnya, pemimpin dibedakan menjadi tiga yakni pemimpin yang hidup di tengah masyarakat, pemimpin yang tidak ditemui orang-orang tetapi nilainya diadopsi serta pemimpin yang menguasai wilayah karena kekuasaan seperti raja. “Saat ini jadi pemimpin harus mampu hidup di tengah masyarakat. Saya orang biasa bukan siapa-siapa. Tapi kita harus bisa hidup di tengah masyarakat,” tutur pria yang akrab disapa Kang Emil ini. Emil juga berpesan kepada para mahasiswa agar dapat menjadi generasi pencari solusi yang mampu turun tangan menghadapi masalah sekaligus memberikan solusi ekonomi baru untuk mengatasi kemiskinan. “Indonesia negeri indah tapi banyak masalah kemiskinan. Negeri ini butuh orang-orang hebat di bidang ekonomi untuk dapat melakukan gerakan perubahan,” tutur Emil sambil memberi wejangan kepada mahasiswa FEB UI agar selalu patuh pada doa ibu mereka masing-masing. Saat ini kata dia, salah satu persoalan pelik yang melanda Indonesia adalah masalah ekonomi. Guna mengatasi itu, Pemkot Bandung melakukan terobosan dengan menggagas kredit melati bagi warganya. “Kredit melati merupakan kredit tanpa agunan dengan suku bunga berkisar 7-8 persen,” kata dia. Selama ini, kata dia, masih banyak warga Bandung yang terjebak lintah darat. Mereka meminjamkan uang dengan bunga tinggi hingga 15 persen. “Kredit melati ini mengadaptasi program Grameen Bank yang diciptakan Muhammad Yunus di Bangladesh. Program ini sudah berjalan selama satu tahun di Bandung,” papar Ridwan di hadapan ratusan mahasiswa UI dan kalangan umum yang memadati Gedung Dekanat FEB UI dalam seminar tersebut. Hari Wiro/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu