Citibank Permudah Asing Berinvestasi di Indonesia

Jakarta – Citibank NA Indonesia menandatangani kerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam bidang promosi bersama dan pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan, terkait dengan kegiatan penanaman modal. Melalui kerja sama tersebut, Citibank dapat meningkatkan layanan sebagai penasehat keuangan strategi bagi korporasi yang ingin berinvestasi di Indonesia. Head of Global Subsidiaries Group Citi Indonesia Riko Tasmaya mengatakan, perusahaan multinasional sebagai klien Citi senantiasa ingin memastikan bisnis dan investasi mereka telah memenuhi peraturan dan kebijakan pemerintah, sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia. Pihaknya sudah membantu menangani jasa layanan perbankan kepada sekitar 1.000 perusahaan yang mayoritas merupakan perusahaan multinasional. “Melalui kolaborasi dengan BKPM, klien kami dapat memperoleh insights dan informasi terkini secara cepat dan akurat, serta mendapatkan saran terbaik berdasarkan pengamatan, wawasan dan market intelligence yang mampuni,” kata Rico di Jakarta, Selasa (20/8). Rico menjelaskan, sebagai penasehat keuangan strategis, Citi menyediakan sejumlah solusi terkait peningkatan modal, ekuitas, dan debt capital market, investasi perbankan, pasar nilai tukar mata uang, manajemen kas terintegrasi, dan solusi perdagangan yang didukung melalui platform teknologi kelas dunia. “Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan investasi asing langsung ke Indonesia dan membantu BKPM mencapai target investasi tahun ini yang mencapai Rp 594 triliun,” kata dia. Pada kesempatan itu, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, pertumbuhan iklim investasi telah menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini, termasuk investasi asing langsung yang dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi dan infrastuktur. Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan langkah strategis yang sejalan dengan fungsi pokok BKPM, antara lain melalui kolaborasi dengan institusi keuangan berskala global yang menjembatani konsultasi dan penyelenggaraan kegiatan penanaman modal antara BKPM dan investor dari luar negeri. “Kami optimistis kerja sama ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat relasi antara pemerintah, regulator, dan investor, sehingga dapat semakin mendorong pertumbuhan arus penanaman modal ke Indonesia,” kata dia. Citibank memproses pembayaran klien senilai US$ 3 triliun setiap hari melalui koneksi lebih dari 300 sistem kliring secara global dan bertransaksi dengan lebih dari 140 mata uang. Citibank juga menunjang arus perdagangan senilai US$ 600 miliar yang mengalir setiap tahun, mengelola 1.000 pembeli dan 65 ribu pemasok pada program pembiayaan rantai pasokan secara global. Indonesia, Citibank mengelola pengumpulan pajak terbesar yang mengalir melalui bank berskala internasional (tahun 2015, layanan Citi E-Tax berhasil membantu menyetorkan pajak nasabah hingga Rp 60 triliun), serta beroperasi dengan jaringan distribusi terbesar di Indonesia, yaitu di 4.800 lokasi di 34 provinsi. Agustiyanti/ARS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu