Kepengurusan Tidak Sejalan, PSSI Pecah?

, Jakarta – Sinyalemen perpecahan di kepengurusan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin perlahan terkuak. Hal itu terlihat ketika Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala tim nasional tanpa persetujuan rapat Komite Eksekutif PSSI. Normalnya, penunjukan pelatih memang harus diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif, demikian ditegaskan anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy, yang juga koordinator timnas. “Kalau mau menunjuk pelatih ada prosedurnya, tapi ini hanya sepihak,” kata Bob Hippy, Kamis, 7 Februari 2013. Pernyataan yang sama dilontarkan anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, Sihar Sitorus. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui dasar penunjukkan pelatih tersebut. “Saya juga tidak tahu rekam jejaknya (Blanco) seperti apa,” kata Sihar Sitorus di Sekretariat PSSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tidak kompaknya pengurus PSSI soal penunjukan kepala pelatih timnas itu semakin terlihat kala Bob dan Sihar mengumumkan penunjukan Lionel Charbonnier sebagai direktur teknik timnas, dan Paolo Camargo sebagai pelatih timnas U-14. Dalam konferensi pers tersebut, Djohar Arifin Husin tidak hadir. “Kalau ini (penunjukkan Charbonnier) baru cara resmi (lewat rapat Komite Eksekutif),” ujar Bob, berkelakar. Hal sama terlihat saat Djohar Arifin Husin memberi keterangan kepada pers soal penunjukan Blanco. Ketika itu, tidak satu pun anggota Komite Eksekutif PSSI yang mendampingi Djohar. Bahkan, Bernhard Limbong yang merupakan penanggung jawab timnas, dan Bob Hippy yang merupakan koordinator timnas, tidak tampak dalam pertemuan itu. Ketika dikonfirmasi, Djohar menyangkal tidak pernah membahas mengenai Luis Manuel Blanco di rapat komite. Rencana penunjukan Blanco, kata Djohar, sudah pernah dia lontarkan saat rapat Komite Eksekutif pada 22 Januari lalu. “Saya minta agar Blanco waktu itu diperkenalkan dulu, tapi tidak ada respons,” ujar Djohar. Ia menepis pendapat yang mengatakan bahwa penunjukan Blanco menyalahi prosedur karena tidak diputuskan di rapat Komite Eksekutif. Ia beralasan perbaikan prestasi timnas sudah mendesak dilakukan sehingga ia harus segera mengambil keputusan untuk menunjuk Blanco sebagai pelatih kepala. Saat ditanya apakah keputusan tersebut sebagai wujud perpecahan di kepengurusannya, Djohar membantah. “Tidak benar itu,” ujarnya. Adapun Bob hanya tertawa ketika dikonfirmasi soal perpecahan di kepengurusan PSSI. ARIE FIRDAUS

Sumber: Tempo.co