Wapres: Gerakan Rakyat Efektif dalam Upaya Penghijauan

Jakarta – Pemerintah tengah fokus terhadap upaya penghijauan kembali sebagai upaya mengatasi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, belakangan ini. Menyoal upaya tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan upaya penghijauan yang paling efektif adalah dengan melibatkan atau menggerakkan masyarakat. Menurut pengalamannya, JK mengungkapkan upaya penghijauan atau reboisasi hutan yang diserahkan kepada perusahaan swasta atau kontraktor tidak pernah efektif. Hal itu dikarenakan, penghijauan tidak pernah sepenuhnya dilakukan. “Diberikan kontrak ke perusahaan, tidak jadi juga. Siapa itu yang bisa inspeksi ke puncak gunung? Ada teman saya punya perusahaan reboisasi. Bagaimana? Iya itu pak musti dibawa dengan kuda itu bibit ke atas. Kalau kudanya letih, buang saja bibit di situ. Menteri kehutanan bagaimana dia bisa periksa itu. Jadi waktu jaksa tingginya Baharudin Lopa, dia tangkapin itu camat-camat,” kata JK saat membuka Kongres Kehutanan Indonesia (KKI) VI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jaktarta, Rabu (30/11). Selain itu, JK mengatakan dengan melibatkan masyarakat dalam upaya penghijauan tidak menghabiskan biaya yang besar. Sebab, cukup menyediakan bibit dan memberikan upah pengerjaan sebesar Rp 500 ribu untuk satu tahun. Upaya seperti itu, ungkap JK, sudah pernah dilakukan tahun 2003 dan selama dua tahun hasilnya cukup efektif di kawasan Gunung Kidul, Jawa Tengah. Dibandingkan, dengan program penghijauan lainnya yang pernah digagas pemerintah, seperti program 1 miliar pohon tahun 2004. “Jadi, bibitnya kita beli dari pembibitan, diperiksa oleh mahasiswa kehutanan. Saya kumpulkan semua mahasiswa kehutanan se-Indonesia, rapatnya di Gajah Mada di Kehutanan Waragama,” paparnya. Untuk itu, ke depannya, JK menyarankan agar upaya penghijauan lebih melibatkan masyarakat dalam bentuk gerakan. Kemudian, juga dingatkan program penanaman oleh rakyat hanya berhasil dilakukan di daerah yang penduduknya banyak, seperti di Pulau Jawa. Sebagaimana diketahui, pemerintah memang tengah menggalakkan upaya penanaman pohon atau perbaikian ekosistem untuk mencegah bencana banjir ataupun tanah longsor. Bahkan, belum lama ini, Presiden Joko Widodo turut dalam penanaman serentak 238.000 bibit pohon dalam satu jam di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Upaya penanaman yang diikuti ribuan petani di kawasan seluas 23 hektare (ha) milik masyarakat di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban tersebut, berhasil memecahkan rekor Guinness World Records yang sebelumnya dipegang Filipina menanam 223.000 pohon. Novi Setuningsih/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu