Menkop: Ada Koperasi Nakal Catut Nama Kementerian

Denpasar – Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengingatkan kepada masyarakat, terutama koperasi saat menggunakan lebel kementeriannya. Karena ada koperasi yang nakal dengan mencatut nama kementerian koperasi dan usaha kecil menengah padahal mereka tidak melakukan kordinasi . “Kami sudah menugaskan Dirjen Pengawasan untuk menginventarisasi koperasi yang nakal dan membawa-bawa nama kementrian koperasi untuk menggelar suatu acara. Koperasi yang nakal itu kita bubarkan saja supaya tidak mengotori koperasi yang benar-benar beraktivitas dengan baik,” ujar Puspayoga kepada SP , Minggu (19/11). Puspayoga mencontohkan, dirinya dikatakan batal menghadiri pelatihan pemberdayaan petani kopi di Desa Mengani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, sekitar 65 km timur laut Denpasar, Jumat (17/11) seperti diberitakan Antara . Padahal, dia sendiri tidak diajak koordinasi oleh koperasi yang mengatasnamakan Koperasi Nasional dalam acara tersebut. “Kalau model seperti itu dibiarkan kan merusak nama kementerian kami dan kasihan masyarakat yang dijanjikan. Mereka (masyarakat) tentu kecewa karena tidak tahu persoalan yang sebenarnya. Jangankan saya menterinya, Bupati setempat juga mengatakan tidak tahu dan juga tidak datang,” ujar mantan Wagub Bali. Sebelumnya diberitakan Antara , Kementerian Koperasi dan UKM melalui Koperasi Nasional “Aku Mandiri” bekerja sama dengan “Mayora” selaku produsen kopi “Torabika” melakukan pemberdayaan petani berlangsung selama tiga hari, 16-18 November 2016. Nyoman Martawan, seorang petani Desa Mengani mengaku kecewa atas ketidak hadiran menteri yang sejak lama telah dijadwalkan. “Sebenarnya sangat berharap sih, tapi tidak datang,” ujarnya. Ia menjelaskan, dekorasi penyambutan tamu undangan sudah disiapkan warga secara bergotong royong sejak beberapa hari sebelumnya. Sementara itu, Nyoman Agus Merta mengaku tidak terlalu kecewa dengan batalnya menteri ke Desa Mengani. “Perasaan saya biasa saja, cuma karena konteksnya dalam acara besar menteri tidak hadir ada rasa kecewa sedikit,” ujarnya. Kepala Desa Mengani Ketut Armawan saat memberikan sambutan di Balai Banjar Desa Mengani, Kintamani menyampaikan permohonan maaf kepada para undangan dan masyarakat karena tidak bisa menghadirkan pejabat. “Dalam hal ini saya hanya memfasilitasi dan keputusan tergantung para pejabat bersangkutan,” ujarnya. Ia mengharapkan acara bisa berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa menyerap ilmu dari para narasumber. Dari pantauan spanduk ucapan selama datang sudah disipakan di sepanjang jalan memasuki Desa Mengani. Selain itu, di Bale Banjar Desa Mengani sudah dihias dengan nuansa merah putih dan penataan kursi undangan berjejer rapi. Ketua Umum Koperasi Nasional Reza Fabianus sebelumnya mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Koperasi Nasional “Aku Mandiri” (Kopnas) bekerja sama dengan Bank Artha Graha menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 1,125 miliar kepada 45 petani kopi di Desa Belantih, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Penyaluran KUR tahap pertama itu masing-masing petani sebesar Rp 25 juta dengan bunga ringan sembilan persen per tahun. Pihaknya menargetkan penyaluran KUR hingga akhir November 2016 sebanyak 1.000 petani di Bali dan bulan Desember 2016 3.000 petani. Penyaluran KUR tahap pertama ini khusus menyasar petani kopi di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. I Nyoman Mardika/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu