Plt Wali Kota bantah tak restui Yoyok Sukawi

Sindonews.com – Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membantah keras adanya isu dirinya tidak merestui rencana Yoyok Sukawi untuk memegang PSIS Semarang. Terlebih isu tersebut dikaitkan dengan politik. Sebelumnya, santer tersiar kabar Plt Walikota tidak segera memberikan sinyal positif terhadap keinginan Yoyok Sukawi untuk memegang PSIS Semarang. Faktor politik disinyalir menjadi penyebabnya mengingat keduanya, memiliki pandang politik yang berbeda. Tidak adanya sinyal positif dari Hendi, sudah terlihat ketika Hendi mengumpulkan pengusaha-pengusaha di Kota Semarang untuk membantu PSIS Semarang, pada Kamis (19/9) malam lalu. Pada malam penggalangan dana tersebut, Plt tidak mengundang Yoyok Sukawi, terbukti Yoyok tidak terlihat pada saat acara tersebut. Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi menyatakan, tidak pernah dirinya melarang siapapun yang ingin memegang PSIS Semarang, termasuk melarang Yoyok Sukawi, karena dirinya memang tidak memiliki hak apapun terhadap Mahesa Jenar -Julukan PSIS. “Ndak ada faktor politik, Saya tidak memiliki kewenangan untuk melarang atau menentukan siapa yang memegang PSIS ke depan. Kalau memang Mas Yoyok berkenan itu kan kewenangan dari pengurus bukan kewenangan dari saya,” tandas Hendi saat ditemui usai menghadiri peringatan HUT ke 68 TNI dan HUT ke 63 Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (5/10). Dijelaskan Hendi, meskipun dirinya memiliki pandangan politik yang berseberangan dengan Yoyok Sukawi bukan berarti tidak satu arah dalam membangun PSIS. Hendi kembali menegaskan, jika memang Yoyok Sukawi ingin kembali memegang PSIS, tidak perlu menunggu rekomendasi dari dirinya. “Saya ini kan bukan Ketua atau pengurus PSIS jadi semua keputusan ada di tangan pengurus,” ucapnya. Sementara itu beberapa waktu lalu, Yoyok Sukawi mengaku legowo dan mendukung setiap langkah yang akan dilakukan oleh Plt Walikota Semarang. Bahkan Yoyok mengaku siap apabila diminta untuk masuk dalam salah satu pengusaha yang akan dikumpulkan oleh Hendi untuk membentuk konsorsium. Ketua Harian PSIS Semarang Simon Legiman, mengatakan, siapapun yang memegang PSIS Semarang baik ketua umum maupun General Manajernya, tidak akan bisa menggunakan PSIS sebagai alat politik. Dia meyakini, meskipun PSIS memiliki basis supporter yang cukup besar, tidak akan mudah untuk mengarahkan mereka terutama mengarah ke salah satu partai atau salah satu orang. “Suporter itu sekarang sudah pintar. Yang mereka dukung adalah PSIS bukan siapa dibalik PSIS,” tandasnya. ( wbs ) dibaca 1.341x

Sumber: Sindonews