Siapkan Persalinan, Pasutri Ini Nekat Mencuri

Jakarta – Pasangan suami-istri nekat melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Rawa Badak Utara. Suami-istri ini nekat melakukan pencurian karena terdesak biaya persalinan anak mereka. Pasutri ini sebelumnya berkenalan dengan korban menggunakan akun sosial media. Wakapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dramayadi, mengatakan pihaknya melakukan operasi cipta kondisi selama dua bulan terakhir (Oktober & November 2016). Dalam operasi Cipkon tersebut, Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 1.080 orang untuk didata, dimana 131 diantaranya ditahan, 11 orang dipulangkan karena tidak mencukupi alat bukti, sedangkan 931 orang lainnya sudah menjalani pembinaan. “Aksi kejahatan yang bisa dilakukan paling sering adalah pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat), salah satu kasus yang menonjol adalah pasutri yang melakukan curas,” ujar Dramayadi, Selasa (6/12) siang di Ruang Rapat Utama Markas Polres Metro Jakarta Utara. Pelaku pasutri tersebut yakni Zainal Abidin (25) dan Rani Rantika (18). Keduanya dalam beraksi juga mengajak dua rekannya, Septiawan alias Ncek dan seorang lainnya atas nama David yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Pelaku melakukan pencurian dengan modus menjadikan si istri yang berparas cantik sebagai umpan untuk berkenalan dan mengincar korbannya,” lanjutnya. Setelah mendapatkan target korbannya, pelaku kemudian melakukan aksi pencurian dengan kekerasan dengan merampas handphone dan dompet milik korban yang masih berusia remaja dengan nilai kerugian mencapai Rp 3 juta di Jalan Balai Rakyat. Dalam kasus tersebut pihak kepolisian juga mengamankan satu unit handpone Xiaomi Redmi Note 2, sebuah pisau bergagang kuning, dan dua motor matik Yamaha. Kepada jurnalis, Rani (18) mengaku melakukan aksi pencurian karena diajak suaminya untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan mengumpulkan uang persalinan. “Saya cuma disuruh bawa sepeda motor sama si mas, saat itu kita juga mengajak dua teman dari suami saya,” kata Rani yang putus sekolah di kelas XII karena hamil kecelakaan. Ia mengaku dirinya saat ini sedang menganggur, begitu juga suaminya yang baru terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari sebuah pabrik. “Saya dijanjiin sama suami bisa dapat Rp 500.000 atau 1/3 dari hasil penjualan barang curian, nyesel juga sih mas, cuma kita bingung mau usaha apa buat cari makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” lanjutnya. Atas tindakannya, Rani dan kedua pelaku lainnya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan serta terancam hukuman pidana penjara selama 5 tahun. Carlos Roy Fajarta/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu