Soal Ketegasan pada Anak Buah, Kapolri: Kita Harus Balance

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian sedang diuji ketegasannya untuk menyelesaikan sejumlah kasus yang melibatkan anak buahnya yang muncul sebagai kontroversi di media massa belakangan ini. Mulai dari kasus pemerasan oleh mantan Direktur Narkoba Bali Kombes Franky Haryanto Parapat, kasus pemerasan yang dilakukan AKBP KPS pada bandar narkoba bernama Akiong, dan juga kasus video yang melibatkan mantan Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti. ”Kan (mereka) sudah dipindah-pindahin semua. Sudah saya sampaikan (saya akan tegas). Yang di Jawa Barat itu berat, belum pernah ada serah terima direktur di depan Kapolri,” kata Tito di Mabes Polri saat ditanya soal ketegasannya. Bahkan, menurut Tito, pencopotan pada Dir Narkoba Jawa Barat itu ikut disiarkan dalam teleconfrence yang digelar Kapolri beserta seluruh jajaran Polri di Indonesia pada Senin (26/9). ”Belum pernah itu dan yang menonton seluruh polisi Indonesia. Itu ada sanksi sosial itu. (Yang lain) masih diperiksa apakah mereka kode etik atau ada pidananya,” imbuhnya. Saat disinggung apakah cukup hanya dicopot sementara pemerasan adalah pidana, Tito menjawab,”semua kita lihat bagaimana balancenya antara prestasi dan kesalahannya. Kita juga harus menghargai kalau dia berprestasi betul.” Jika kesalahannya itu tidak terlalu prinsip, masih kata Tito, maka akan dibawa ke sidang kode etik. ”Tapi kalau sudah tidak pernah berprestasi, disersi terus, kemudian meras masyarakat, itu keluar (dari Polri),” tegasnya. Farouk Arnaz/JEM BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu